Seperti apa penanganan siswa yang memilki porsentase kehadiran rendah di SMK Insan Cendekia Parungpanjang? Setiap sekolah memiliki alur proses penanganan yang berbeda-beda tetapi tujuannya tentu sama yaitu problam solving. Salah satu permasalahan di setiap sekolah adalah ketidakhadiran siswa. Untuk penanganan siswa yang memiliki porsentase kehadiran rendah di SMK Insan Cendekia Parungpanjang prosesnya seperti ini;
- Setiap hari ada pencatatan kehadiran siswa oleh OSIS
- OSIS melaporkan kepada Guru Piket
- Guru Piket melakukan rekapitulasi jumlah ketidakhadiran siswa
- Guru Piket melaporkan kepada Wali Kelas
- Wali Kelas melakukan pemanggilan siswa yang memiliki jumlah ketidakhadiran signifikan di hari berikutnya untuk melakukan penanganan (Penanganan level 1.1 oleh Wali Kelas)
- Apabila setelah penanganan level 1 masih belum bisa memperbaiki permasalahan, selanjutnya Wali Kelas akan melakukan pemanggilan orang tua siswa (Penanganan level 1.2)
- Apabila penanganan level 1 dan level 2 belum berhasil, Wali Kelas akan berkoordinasi dengan Waka Kesiswaan untuk melakukan Home Visit dan melakukan penanganan bersama siswa dan orang tua siswa secara bersama-sama (penanganan level 2.1).
- Apabila penanganan level 2 belum juga menyelesaikan masalah, maka proses penanganan level 2 dilakukan kembali bersama Kepala Sekolah (penanganan level 2.2).
- Apabila penanganan level 2.2 belum menyelesaikan masalah, akan dilakukan penerapan sangsi (penanganan level 3.1)
- Apabila penanganan level 3.1 belum menyelesaikan masalah maka kepala sekolah akan memutuskan tindakan terakhir pendisiplinan (penanganan level 3.2)
Dok foto penanganan siswa yang memiliki tingkat kehadiran rendah;
















